KAPUAS HULU, DETIK KALBAR.ID -- Sampai saat ini, mulai dari harga hingga pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU-SPBU-APMS yang ada di wilayah Putussibau dan sekitarnya dan di Kabupaten Kapuas Hulu pada umumnya tidak mengalami masalah. Harga per liternya di SPBU-SPBU-APMS stabil. Pasokan juga stabil meskipun dilanda kemarau panjang.
Hanya saja, pasokan mengalami keterlambatan karena masalah transportasi atau pengangkutan yang jaraknya jauh yakni langsung ke Depot Pertamina Pontianak, yang di mana sebelumnya di Depot Pertamina Sintang. Hal itu disebabkan oleh dangkalnya Sungai Kapuas akibat kemarau.
Kita akui, meskipun pasokan BBM stabil, antrean panjang selalu tampak memadati SPBU-SPBU-APMS yang ada di wilayah Putussibau dan sekitarnya dan di Kabupaten Kapuas Hulu pada umumnya ketika SPBU-SPBU mulai dibuka. Hal itu diduga dikarenakan banyak faktor. Salah satu faktornya adalah masyarakat diduga panik karena isu-isu bahwa BBM akan mengalami kelangkaan.
Faktor lainnya juga yaitu meskipun pasokan BBM di SPBU-SPBU-APMS stabil, namun banyak kios-kios atau pengecer-pengecer tutup. Padahal, mereka terlihat ikut mengantre juga saat SPBU buka. Kalau pun ada kios-kios yang buka, mereka mematok harga selangit, padahal harga BBM di SPBU-SPBU stabil.
Adapun terkait Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu yang diterbitkan beberapa hari lalu, yang menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM jenis Pertalite yaitu Rp15 ribu per liter di tingkat pengecer, hal itu menjadi pro-kontra di masyarakat.
Selain itu, setelah surat edaran tersebut diterbitkan, seakan-akan tidak berefek, karena saat ini harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer di wilayah Putussibau dan sekitarnya masih saja dijual di atas HET tersebut, bahkan masih ada yang menjual Rp16-18-20 ribu per liter.
PENULIS: AMY DAR
Redaksi ( Dk)

Social Footer