Breaking News

Kemarau Panjang 2026, Danau Sentarum Mengering: Jalur Air Terputus, Karhutla Mengancam Ekosistem


.                             Caption :

 Kekeringan ekstrem meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu.

 KAPUAS HULU, DETIK KALBAR.ID - Kemarau panjang yang melanda kawasan Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sepanjang tahun 2026 menyebabkan kondisi perairan mengalami perubahan drastis.

Danau Sentarum yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata alam, sumber kehidupan masyarakat, serta habitat berbagai jenis flora dan fauna, kini menghadapi ancaman kekeringan ekstrem.

Penyusutan permukaan air membuat sejumlah jalur perairan menjadi dangkal. Bahkan, bagian dasar danau yang sebelumnya tertutup air mulai terbuka dan berubah menjadi hamparan lumpur serta tanah yang mengering dan mengeras.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur transportasi air. Sejumlah jalur yang biasanya dapat dilalui perahu kini mengalami keterbatasan akibat menurunnya permukaan air.

Salah satu perubahan mencolok terlihat pada akses menuju Pulau Melayu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Danau Sentarum. Jalur yang biasanya ditempuh melalui air kini dapat dilalui menggunakan kendaraan darat karena wilayah yang sebelumnya dipenuhi air telah mengering dan ditumbuhi rumput.

Kekeringan Ekstrem Tingkatkan Ancaman Karhutla

Kondisi kekeringan yang semakin parah juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar Danau Sentarum.

Vegetasi yang mengering menjadi lebih mudah terbakar. Di sisi lain, berkurangnya sumber air menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman apabila kebakaran terjadi.

Situasi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, aparat, pengelola kawasan, dan masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Batang Lupar bersama pihak terkait turut berupaya menangani dan mencegah meluasnya kebakaran hutan di sejumlah titik kawasan Danau Sentarum.

Kekeringan bukan hanya mengancam keindahan kawasan wisata, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada keberadaan air.

Hujan Mulai Turun, Pemulihan Danau Sentarum Membutuhkan Waktu

Memasuki September 2026, hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut belum serta-merta mengembalikan Danau Sentarum seperti semula.

Pemulihan kawasan danau membutuhkan waktu. Air harus kembali mengisi sungai, rawa, dan cekungan-cekungan danau yang selama berbulan-bulan mengalami kekeringan.

Masyarakat berharap hujan terus turun dengan intensitas yang cukup sehingga permukaan air Danau Sentarum kembali meningkat, jalur transportasi air dapat berfungsi normal, dan risiko kebakaran hutan serta lahan semakin menurun.

Peristiwa kekeringan tahun 2026 menjadi pengingat bahwa Danau Sentarum bukan sekadar kawasan wisata, melainkan bagian penting dari kehidupan masyarakat dan keseimbangan ekosistem di Kabupaten Kapuas Hulu.

Karena itu, upaya menjaga kelestarian kawasan Danau Sentarum harus menjadi tanggung jawab bersama agar kekayaan alam tersebut tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.

Editor ( Ami Dar) Darmadi *

Type and hit Enter to search

Close