Sambas, Detik Kalbar. id — Sejumlah warga Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah yang terdiri dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh adat mendatangi Kejaksaan Negeri Sambas,Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan perkembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala Desa Tebuah Elok, Rabu (12/11/2025)
Warga menilai proses hukum kasus tersebut berjalan lamban dan tidak menunjukkan progres yang berarti padahal sudah lebih dari 21 hari sejak statusnya dinaikkan ke tahap penyelidikan.
“Kami datang ke Kejaksaan Negeri Sambas karena waktu penyelidikan sudah berlangsung selama 21 hari, tapi belum juga ada kejelasan arah penanganan kasus ini,” ujar Korli perwakilan warga Desa Tebuah Elok, usai pertemuan dengan pihak Kejaksaan.
Dalam pertemuan itu Korli menjelaskan mereka diterima langsung oleh Amirudin SH.MH Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sambas dan mereka mendapatkan penjelasan bahwa pihak kejaksaan telah memanggil beberapa pihak, di antaranya dari unsur pemerintah desa dan pihak kecamatan untuk dimintai keterangan.
Namun jawaban itu tidak memuaskan warga. Mereka menilai Kejaksaan terkesan lamban dan kurang serius dalam menangani kasus yang dianggap telah merugikan keuangan negara.
“Sudah 21 hari penyelidikan berjalan tapi belum juga ditingkatkan ke penyidikan dan belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan,” tegas Korli.
Sementara itu, Andreas, tokoh masyarakat Tebuah Elok, berharap kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sambas yang baru agar segera menunjukkan komitmen dan keberanian dalam menuntaskan kasus ini.
“Ini menjadi tantangan bagi Kajari baru. Jangan biarkan kasus mantan kepala desa mantan kepala desa Tebuah Elok berlarut-larut. Sudah jelas ada perbuatan yang menimbulkan kerugian negara dan Kami ingin melihat Kejaksaan bekerja tegas dan transparan,” ujar Andreas dengan nada penuh semangat
Kasus dugaan korupsi mantan Kades Tebuah Elok sebelumnya mencuat setelah hasil audit internal dan laporan warga menemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana desa yang menyebabkan kerugian keuangan negara. Namun hingga kini, belum ada kepastian hukum atas dugaan tersebut.
Kehadiran warga ke Kejari Sambas hari ini menjadi peringatan dan ujian awal bagi Kajari baru untuk membuktikan komitmen dalam pemberantasan korupsi di daerah. Publik kini menunggu langkah tegas dan cepat dari aparat penegak hukum.
Reporter Rizalfarizal

Social Footer